Showing posts with label Go green. Show all posts
Showing posts with label Go green. Show all posts

Friday, April 16, 2010

Pengolahan Limbah Plastik Dengan Metode Daur Ulang (Recycle)

Akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula buangan/limbah yang dihasilkan. Limbah/buangan yang ditimbulkan dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah. Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya. Selain itu aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan. Industri selain menghasilkan produk juga menghasilkan limbah. Dan bila limbah industri ini dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.Jenis limbah pada dasarnya memiliki dua bentuk yang umum yaitu; padat dan cair, dengan tiga prinsip pengolahan dasar teknologi pengolahan limbah;

Limbah dihasilkan pada umumnya akibat dari sebuah proses produksi yang keluar dalam bentuk %scrapt atau bahan baku yang memang sudah bisa terpakai. Dalam sebuah hukum ekologi menyatakan bahwa semua yang ada di dunia ini tidak ada yang gratis. Artinya alam sendiri mengeluarkan limbah akan tetapi limbah tersebut selalu dan akan dimanfaatkan oleh makhluk yang lain. Prinsip ini dikenal dengan prinsip Ekosistem (ekologi sistem) dimana makhluk hidup yang ada di dalam sebuah rantai pasok makanan akan menerima limbah sebagai bahan baku yang baru.

Limbah Plastik

Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).

Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berahaya bagi lingkungan. Limbah daripada plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia,penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle). Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa kantung plastik kemana-mana. Untuk informasi saja bahwa di supermarket negara China, setiap pengunjung diwajibkan membawa kantung plastik sendiri dan apabila tidak membawa maka akan dikenakan biaya tambahan atas plastik yang dikeluarkan pihak supermarket.

Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang)

Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar (Syafitrie, 2001).

Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk, pecahan), limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Sasse et al.,1995).

Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001).

Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas (Syafitrie, 2001). Menurut Hartono (1998) empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietilena (PE), High Density Polyethylene (HDPE), polipropilena (PP), dan asoi.

Plastik Daur Ulang Sebagai Matriks

Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (YBP, 1986).

Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi/filler dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto dkk (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang. Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (lebih kurang 200°C).

Sumber www.onlinebuku.com


Friday, February 26, 2010

Mengurangi pembelian CD dengan mendengarkan lagu gratis dari Internet

Setelah kita selalu membeli kaset, lalu merubah seluruh koleksi musik menjadi CD, dan akhirnya dirubah lagi menjadi MP3 di komputer, semua seperti tidak akan habis. Mp3 pun kalau ada standard yang lebih baik lagi harus kita rubah lagi. MP3 pun tidak selalu gratis dan harus didownload dahulu. Secara lingkungan, saya pernah menulis mengenai “Daripada Beli CD, Download Saja Melalui Internet, Asalkan Sah.” untuk mendownload lagu karena secara lingkungan akan lebih baik oleh karena jalur rantai distribusi dan produksi dari CD itu sendiri. Memang untuk semua aktivitas ini memerlukan bandwidth internet yang cukup besar, tetapi dengan pertumbuhan bandwidth internet yang semakin cepat, maka semakin banyak juga yang dapat menggunakan alternatif lagu melalui internet ini.

Alternatif lain adalah mendengarkan radio secara online. Sekarang sudah ada banyak radio Indonesia pun memiliki alternatif radio online. Daftar radio Indonesia yang online bisa dilihat disini. Radio online bisa didengarkan melalui Winamp, i-tunes, Windows Media Player, ataupun lainnya. Dengan radio online ini pun komunitas Indonesia yang ada di luar negeri dapat terus mendengarkan berita maupun lagu dari Indonesia.

Tetapi kadang kita juga mau memilih sendiri lagu yang mau didengarkan dimana kalau kita mendengarkan radio, kecuali kita request, bisa mendengarkan lagu pilihan kita. Oleh karena itu ada juga cara baru memilih dan mendengarkan lagu melalui internet. Kalau dengan You Tube kita bisa melihat video gratis lewat internet, maka dengan Songza dan Songerize kita bisa mencari lagu yang kita inginkan dan langsung memutarnya melalui internet. Songerize saya rasa lebih lengkap karena coba-coba cari lagu Indonesia, walaupun tidak semua ada, masih bisa tercari. Cara penggunaan pun mudah sekali karena tidak memerlukan software tambahan, seperti juga You Tube.

Sumber http://akuinginhijau.org


Sepeda Motor Listrik

Sepeda motor adalah salah satu alat transportasi yang terjangkau oleh masyarakat dan sangat efisien untuk membawa barang maupun membawa penumpang ke tempat yang cukup jauh. Sepeda motor pun bisa lebih hemat dibandingkan transportasi masal yang belum sempurna terutama bila tinggal di tempat yang kekurangan transportasi masal. Oleh sebab itu semakin banyak orang memilih membeli sepeda motor, bahkan banyak yang beralih dari naik mobil jadi jadi sepeda motor karena macet. Sepeda listrik atau sepeda motor listrik adalah salah satu alternatif alat transportasi yang murah dan tidak mengeluarkan polusi.

Menurut harian Bisnis Indonesia, data tahun 2005 untuk populasi sepeda motor yang beredar di Indonesia ada sebanyak 35 juta, mobil penumpang 8.26 juta, truk 5.41 juta, dan bus 2.72 juta.
Sedangkan data Badan Pusat Statistik tahun 2006 untuk Jakarta, jumlah kendaraan bermotor tersebut sudah mencapai 7.773.957 unit, terdiri atas mobil 1.816.702 unit, sepeda motor 5.136.619 unit, angkutan barang 503.740 unit, dan bus 316.896 unit. Jumlah sepeda motor di Jakarta bertambah 1.035 buah per hari atau hampir lima kali lipat dari pertumbuhan mobil. Heru Sutomo, koordinator Forum Keselamatan Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengatakan bahwa populasi kendaraan akan meningkat dari sekitar 45 juta unit di tahun 2007, menjadi 50 juta di tahun 2008.

Bayangkan berapa banyak polusi yang dihasilkan oleh sepeda motor saja!

Sekarang ada solusi sepeda listrik maupun sepeda motor listrik yang mulai berkembang dan diproduksi lokal di Indonesia. Sepeda motor listrik hanya menggunakan aki sehingga tidak mengeluarkan polusi sama sekali. Sepeda motor listrik pun sudah bisa jalan dengan kecepatan hingga 60 km/jam sehingga untuk berkendara di dalam kota sangat cukup. Apalagi kalau cuma rumah ke kantor atau rumah ke kampus. Karena ada tenaga listrik, maka sepeda motor pun lengkap dengan lampu sein, lampu penerangan, klakson, dan lampu rem.

Detik.com menulis salah satu produsen sepeda motor listrik memberi keterangan perkiraan biaya perjalanan dengan jarak 80 km hanya Rp. 800,–. Perhitungan ini didapatkan dari pemakaian energi sebanyak 1,5 kilowatt jam (kWh) untuk menempuh jarak 80 kilometer pada jalan datar. Saat ini tarif dasar listrik untuk 1 kWh mencapai Rp 600, sehingga beban biaya listrik untuk jarak 80 kilometer itu hanya Rp 900. Sedangkan untuk menempuh jarak 80 kilometer, sepeda motor konvensional diperkirakan membutuhkan bahan bakar bensin hingga 2 liter. Dengan demikian, sepeda motor itu terbebani biaya pembelian bensin Rp 9.000 untuk jarak yang sama. Jadi bisa menghemat hingga 90%.

Hemat dan tanpa polusi!

Beberapa link sepeda motor Listrik buatan lokal di Indonesia:

Betrix, e-Moto, Trekko dan Xelimo

Kalau mau lihat pembanding produk luar negeri:

iZip, OHM, dan Ultra Motor

Mudah-mudahan info ini berguna dan kalau mau beli sepeda motor, coba lihat dulu alternatif sepeda listrik atau sepeda motor listrik.

Sumber http://akuinginhijau.org




Popok Kain atau Popok Sekali Pakai?

Ini adalah debat yang paling seru di antara orang tua baru dan ibu-ibu muda, malah menjadi pembicaraan yang seru antara suami dan istri jauh sebelum anak mereka lahir.

Kita selalu bingung soal mau pakai popok kain yang bisa dipakai ulang, atau popok yang sekali pakai-buang. Kalau anda sudah punya anak mungkin akan merasakan dilema ini. Seorang anak dapat menggunakan 6000 hingga bahkan 8000 popok sekali pakai. Bayangkan uang yang harus dikeluarkan untuk membeli popok sebanyak ini yang akhirnya juga dibuang, dan menimbulkan masalah.

Karena itu kita harus tahu keuntungan dan kerugian dari masing-masing.

Keuntungan popok sekali pakai:

  • Orang tua gak repot-repot ganti popok, jadi langsung buang saja
  • Anak bisa tidur lebih tenang karena tidak terusik oleh popok yang basah terutama ketika tidur di malam hari
  • Praktis terutama untuk pergi jalan-jalan
  • Tidak perlu mencuci sehingga hemat air dan deterjen
  • Mengurangi biduren (rash)

Kerugian popok sekali pakai:

  • Sampah popok sulit di daur ulang. Diperkirakan popok membutuhkan waktu 200-500 tahun untuk benar-benar terdaur ulang. Beberapa perusahaan mulai mengusahakan popok yang mudah di daur ulang.
  • Sampah popok dapat merusak lingkungan. Sampah popok yang tertimbun di Tempat Pembuangan Akhir bisa mencemarkan lingkungan karena bila terkena hujan, isi dari popok tersebut dapat masuk ke dalam tanah (bersama dengan sampah lainnya) dan mencemari air tanah.
  • Biaya yang tinggi. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Memang beli tidak banyak tetapi kalau terus menerus selama beberapa tahun, sebenarnya keluarga anda bisa memakai uang tersebut untuk kebutuhan lainnya
  • Menggunakan banyak bahan kimia, plastik, kayu
  • Resiko kesehatan! Ada bukti dari penelitian untuk korelasi antara popok sekali pakai dan kesuburan pria. Bila bayi anda memakai popok sekali pakai, maka popok tersebut akan menaikkan temperatur testis anak anda dan dapat mengurangi produksi sperma. Penelitian masih dilanjutkan untuk bukti-bukti lainnya

Keuntungan memakai popok kain:

  • Biaya! Jelas memakai popok kain lebih murah karena kita hanya perlu membeli mungkin 1-2 lusin popok kain dibandingkan membeli popok sekali pakai setiap minggu.
  • Bisa dipakai kembali. Bila anak kita sudah bisa dilatih menggunakan toilet, maka popok kain tetap dapat dipakai kembali bila perlu, dapat disimpan untuk anak berikutnya, dapat diberikan kepada orang lain yang membutuhkan, atau bisa menjadi kain lap/majun untuk bersih-bersih di rumah
  • Mengurangi sampah. Bayangkan bila 1 bayi bisa menghasilkan 6000 popok sekali pakai dan dibuang ke TPA. Ada berapa bayi di Indonesia?
  • Bisa didaur ulang. Bila popok sudah tidak terpakai dan dibuang dapat terdaur kembali karena bahan dari katun
  • Berbahan dasar kapas. Kapas jauh lebih baik dibandingkan bahan popok sekali pakai yaitu plastik. Kapas juga bisa diperbaharui/ditanam kembali, tidak seperti plastik yang berbahan dasar minyak

Kerugian memakai popok kain:

  • Menggunakan banyak air, deterjen dan listrik
  • Berbahan dasar kapas. Walaupun dapat diperbaharui, tetapi bila menanam kapas yang non-organik akan menggunakan pupuk dan pestisida yang berbahaya untuk lingkungan
  • Kurang nyaman untuk bayi. Memakai popok kain ukurannya tidak pas seperti popok sekali pakai yang lebih enak dipakai. Popok kain juga bisa bocor ke kiri/kanan karena tidak tertutup rapat. Jadi untuk anak yang suka goyang bisa menyulitkan.

Jadi harus bagaimana?

Kalau anda memilih popok sekali pakai, berarti anda sudah memilih jalan untuk membuang banyak sampah dan material. Ini tidak salah juga dan ini adalah pilihan anda. Bila ini yang dipilih, anda dapat mengurangi sampah di area lainnya, mungkin dengan membuat komposter sehingga bisa tetap balance.

Kalau bayi saya sendiri menggunakan keduanya. Jadi untuk dirumah memakai popok kain kecuali malam hari agar bisa tidur lebih nyenyak. Tetapi kalau kita pergi keluar rumah maka akan dipakai popok sekali pakai karena lebih praktis. Sekarang sebenarnya sudah mulai ada popok sekali pakai yang dapat didaur ulang, tetapi mungkin belum ada di Indonesia karena harganya yang masih cukup mahal.

Sumber http://akuinginhijau.org




Reduce, Reuse, Recycle + Repair

Anda pasti sudah pernah mendengar istilah 3R diatas yang sering didengungkan oleh banyak pencinta lingkungan. 3R itu adalah Reduce, Reuse and Recycle. Kita akan tambahkan 3R tersebut menjadi 4R dengan adanya Repair.

Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.

Reuse sendiri berarti pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju bekas anda ke yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara anda, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.

Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang membedakan antara organik dan non-organik saja tidak jalan. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.

Repair menjadikan 3R menjadi 4R. Repair memang banyak dilupakan oleh banyak orang, dan ini sebenarnya adalah hal yang terpenting di Indonesia. Repair adalah usaha perbaikan demi lingkungan. Contoh memperbaiki barang-barang yang rusak agar bisa kita gunakan kembali seperti sepatu jebol yang kita perbaiki karena dengan begitu kita tidak perlu membeli sepatu baru. Hal lain yang lebih besar adalah reboisasi atau perbaikan lahan kritis karena dengan ini kita bisa memiliki daerah resapan yang lebih besar dan menahan limpahan air yang bisa menyebabkan longsor. Penanaman bakau juga merupakan perbaikan lingkungan. Vulkanisir ban juga repair sehingga dapat kita reuse.

Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan dari repair ini sendiri dan sangat diperlukan di Indonesia. Yang terpenting adalah kreativitas dan kemauan karena tanpa keinginan yang kuat, membuang sampah di jalan pun menjadi mudah. Tapi kalau anda sudah membiasakan diri dengan hidup yang menghargai lingkungan, maka dengan mudah anda dapat menahan diri.

Sumber http://akuinginhijau.org


Fakta Air

Air memang sumber daya yang sangat dibutuhkan dan tanpa kita sadari sudah krisis karena banyak sekali yang terbuang percuma. Saya sudah sering menulis tentang krisis air dan bagaimana cara menghemat air. Mulai dari mandi ala pelaut, menyimpan air hujan dalam tong penampung, dan tidak membuang air saat sikat gigi. Selain itu juga agar kita tidak terus menerus menggunakan botol plastik air mineral yang banyak dibuang begitu saja. Bisa dibayankan bahwa pemakaian botol air mineral per kapita di Indonesia melebihi pemakaian per kepita negara Australia, Singapura, China, Jepang, Malaysia, Belanda, dan banyak lagi lainnya. Ini berarti pemakaian botol mineral plastik kita sangat boros.

Yang menarik juga adalah tabel penggunaan air dimana untuk Indonesia 91% pemakaian air kita adalah untuk agrikultur atau pertanian. Selebihnya 8% untuk penggunaan air domestik manusia dan pemakaian untuk industri hanya 1%. Padahal dari berita-berita kesannya air untuk pertanian selalu kurang dan kekeringan dan industri menghambur-hamburkan air begitu saja. Kalau menurut saya, industri tidak akan mau menghamburkan air karena semua itu akan menaikkan harga produksi dan menurunkan marjin. Jadi biasanya yang boros itu adalah penggunaan untuk kebutuhan domestik/perumahan.

Ada lagi fakta mengenai dam sebagai penampung air. Indonesia sebagai negara dengan populasi ke-4 terbesar di dunia sangat jauh dengan negara-negara lain. Apalagi dam bukan saja untuk menampung air tetapi juga mencegah banjir dan irigasi pertanian.

Saya juga lampirkan kebijakan air di Indonesia yang dibuat oleh BAPENAS. Dalam presentasi ini disebutkan bahwa kondisi sekarang ini sudah memprihatinkan mulai dari masalah irigasi, kondisi reservoir air yang dibawah standard, perubahan fungsi areal pertanian yang merupakan rembesan menjadi perumahan, illegal logging dan lainnya. Semua target yang ada di di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Direktorat Perairan dan Irigasi dapat tercapai dan yang terpenting tanpa korupsi yang akhirnya merugikan rakyat dan membinasakan lingkungan.

Semoga dengan referensi data-data ini maka semakin banyak orang bisa mengerti bahwa keadaan air dunia sudah semakin menipis dan kita bila tidak menjaga keadaan air kita juga bisa masuk ke dalam krisis yang sudah mulai dialami negara-negara lain. Kurangi juga penggunaan botol air minum mineral yang selama ini telah banyak memenuhi sungai dan laut kita.

Sumber http://akuinginhijau.org


What Condoms Have to Do with Climate Change

By Bryan Walsh Monday, May. 12, 2008

As the director of the Central Intelligence Agency, Gen. Michael Hayden should have some insight on the biggest threats facing the U.S. But when Hayden recently described what he saw as the most troublesome trend over the next several decades, it wasn't terrorism or climate change. It was overpopulation in the poorest parts of the world. "By mid-century, the best estimates point to a world population of more than 9 billion," Hayden said in a speech at Kansas State University. "Most of that growth will occur in countries least able to sustain it." The sheer increase in population, Hayden argued, could fuel instability and extremism, not to mention worsening climate change and making food and fuel all the more scarce. Population is the essential multiplier for any number of human ills.

Back in the 1970s, Hayden's argument wouldn't have been surprising. That era, which saw the birth of the modern environmental movement (the first Earth Day was observed in 1970), was obsessed with the idea of global limits, that without drastic intervention, we were doomed to overpopulation. Books like Paul Erhlich's The Population Bomb warned that the Earth was reaching the end of its carrying capacity, and that within decades, hundreds of millions of people would starve to death. The only way to avoid this Malthusian fate was rigid population control, which many environmentalists were in favor of.


Fast-forward 30 years, however, and the situation has changed. The mass famines that Erhlich and others prophesized never happened, and while population growth has continued - an estimated 6.8 billion people now live on Earth - and on the whole, the world is better off today than it has ever been. A Green Revolution helped a growing planet feed itself, while the forces of globalization helped lift hundreds of millions in the developing world out of poverty, even as population continued to rise. As the years passed, overpopulation has dropped from the vocabulary of most environmentalists, partially due to the controversies that surrounded state-mandated birth control in countries like China, with its one-child policy. Though simple arithmetic will tell you that the bigger the global population becomes, the harder it will be to reduce greenhouse gas emissions, you rarely see the population connection made explicit in major environmental reports. "Environmentalists came to realize how complicated and sensitive this issue was," says Robert Engleman, vice-president for programs at the Worldwatch Institute, and the author of the new book More: Population, Nature and What Women Want. "People didn't want to tell their neighbors and friends how to have kids."


But now, the pendulum is shifting back. The sudden spike in both food and fuel prices is raising concerns that we may not be able to grow forever, that even with the best technological innovation, the planet may have limits. It's becoming increasingly clear that if we can't curb carbon emissions in a world of 6.8 billion, it may be impossible to do when there are 9 billion of us. And while population growth has slowed drastically in many countries in Western Europe and in Japan, where women are having fewer and fewer babies, it's still rising in much of the developed world - and for that matter, in the United States. "You really can't talk about the supply and demand imbalance that is sending energy and food prices up without acknowledging that we are adding 78 million people each year, the equivalent of a new Idaho every week," says Engleman.


The question remains though: what can we do about population? State-mandated birth control is essentially unfair - and a policy no American government would ever support. But in his new book, Engleman makes the argument that the government doesn't need to get involved. The key to limiting population growth, he says, is to give control over procreation to women. In society after society, even in countries where large families have always been the norm, when women take control over family size, birth rates shrink. "They don't have to be coerced," says Engleman. "This will happen as long as women are in charge."


I've seen this transition happen myself. In Japan, where I spent a year as a foreign correspondent, large families were once the norm, and women rarely worked. That's changed - and Japan's birth rate has plummeted - as women seek professional and personal fulfillment beyond having children. But that change has yet to occur in those parts of the developing world that are growing fastest, such as Uganda, where population is rising at 3.6%, the highest rate in the world. That's what Gen. Hayden is worried about - that bursting population will turn struggling nations like Uganda into basket cases, with political and environmental consequences for the rest of the world. For the U.S., the best option is vigorous foreign aid that helps make contraception safe, reliable and accessible in every country - too often women in the developing world who want to use contraception, can't get it. "The funding for contraception aid has been stagnant for decades," says Engleman. "Americans need to influence their government to get behind this." If we don't, we may find out very soon just what the limits of the Earth are. It's not just feminism to support population control - it's environmentalism.


Sumber http://akuinginhijau.org

Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat.

Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.

Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?

1-PETE#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

2-HDPE#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

3-V#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

4-LDPE#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

5-PP#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

6-PS#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

7-other#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.

Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.

Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.

Sumber http://akuinginhijau.org




Jangan Asal Buang Kertas. Pakai Dulu Kedua Sisi, Baru deh dibuang

Berbisnis jaman sekarang kita harus bisa hemat dan efisien. Apalagi dengan harga BBM yang semakin tinggi. Perusahaan pun semakin terhimpit dengan margin yang semakin tipis karena bahan baku naik terus tetapi harga jual kan tidak bila langsung naik begitu saja. Kalau bahan baku naik 100%, paling kita berani naikkan 50% dulu lalu dengan perlahan merangkak naik.

Untuk itu kita perlu semakin efisien. Contoh pemakaian yang sangat boros adalah kertas. Orang bilang kalau sudah pakai komputer tuh paperless dan perusahaan semakin efisien. Itu sih kata-kata salesman. Kenyataannya, orang tetap print setiap laporan, dan seringnya malah draft pun salah sampai 2-3 kali. Bagaimana mau irit? Padahal kertas di yang kita pakai di Indonesia bukan dengan kualitas daur ulang yang tinggi. Akhirnya semakin ada komputer penggunaan kertas menjadi semakin tinggi. Hal ini pun diakui oleh perusahaan-perusahaan di Amerika. Kita tetap memerlukan arsip hardcopy dan data softcopy.

Tetapi pertanyaannya, apakah untuk arsip internal kita selalu memerlukan kertas baru? Sebenarnya banyak sekali kertas yang bisa kita gunakan kembali dan bukan asal buang saja seperti:

  1. Kertas draft yang tidak menyangkut rahasia perusahaan bisa digunakan kembali.
  2. Kertas-kertas lamaran kerja yang kalau sudah banyak malah cuma dibuang. Padahal kertas lamaran kerja ini banyak yang hanya satu sisi. Sisi lainnya masih dapat kita pakai untuk print memo internal.
  3. Surat-surat penawaran, pemberitahuan atau apapun yang hanya memakai satu sisi kertas saja.
  4. Amplop bekas bisa kita gunakan untuk mengirim memo internal antar lokasi seperti antar kantor, gudang atau pabrik. Hal ini harus disosialisasikan dengan karyawan agar bila membuka amplop hati-hati sehingga bisa dipergunakan kembali
  5. Kalender. Untuk kalender besar bisa dipotong kecil menjadi kertas memo. Kalau pergi ke toko-toko seperti di glodok banyak yang menggunakan kalender sobek menjadi memo atau malah kwitansi.

Coba deh anda lihat lagi proses mana di perusahaan anda yang memakai banyak kertas. Cari solusi untuk meniadakannya, kalau memang harus di print, maka prioritas pertama adalah dengan kertas bekas dahulu.

Sumber http://akuinginhijau.org




Kalau cuma 1 lantai, lewat tangga saja!!

Semakin kita perhatikan, semakin banyak hal-hal kecil yang dapat kita lakukan. Coba ke gedung bertingkat di daerah segitiga emas Jakarta dan coba naik lift. Pasti banyak ketemu orang yang masuk ke dalam lift dan memencet tombol untuk lantai satu di atas atau bawah. Kadang kita suka sebal juga karena dengan begitu orang itu menghabiskan waktu kita menunggu lift berhenti, pintu terbuka, dia masuk, pintu tertutup, naik satu lantai, pintu terbuka, dia keluar, pintu tertutup, baru lift jalan lagi. Apa kita gak kesal juga menunggu hanya untuk satu orang. Apalagi kalau kita mau cepat-cepat pergi ke rapat.

Kalau dilihat dari sisi lingkungan, memakai lift untuk satu lantai saja akan menghabiskan kira-kira 350 watt. Jadi sudah jelas bahwa menggunakan tangga akan bisa menghemat energi sangat banyak. Bayangkan bila 1 gedung bisa memuat 1000 orang dan di Jakarta menurut daftar dari Departemen Pekerjaan Umum ada lebih dari 1000 gedung yang memiliki lebih dari 5 lantai. Kalau kita rata-rata 500 gedung saja, dan untuk sementara 10% dari setiap gedung itu memakai lift untuk satu lantai, maka

100 orang x 500 gedung x 350 watt = 17500000 watt= 17,5 MWatt Terbuang Percuma!

Bagaimana PLN gak kewalahan untuk menangani kebutuhan listrik yang selalu terbuang percuma ini? Satu Pembangkit Tenaga Listrik Mikro Hidro saja cuma 6000 – 18,000 watt. Untuk PLTA biasa 4-10 MWatt. Masak kita mau pakai 2 PLTA atau 1 PLTU menengah hanya untuk dibuang karena orang malas naik tangga?

Padahal kalau kita mau lihat dari sisi lainnya, banyak yang dari kita tidak mengetahui bahwa:

  • Aktivitas fisik walaupun hanya sedikit pun akan membantu kesehatan kita
  • Kalau kita memakai tangga maka aktivitas ini akan menambah jumlah latihan fisik yang kita perlukan untuk 30 menit sehari
  • Memakai tangga memerlukan energi lebih banyak dari jalan biasa yaitu 200 watt, sehingga akan membakar 2 kali lipat kalori
  • Orang yang sering memakai tangga memiliki kaki yang lebih kuat
  • Memakai tangga bisa lebih cepat daripada menunggu dan memakai lift

Banyak perusahaan dan universitas di Amerika Utara berkampanye “Take The Stairs” seperti Harvard University dan University of California at Berkeley, lalu perusahaan seperti Pitney Bowes dan Blue Cross Blue Shield. Dr. Manley dari Blue Cross mengatakan bahwa aktivitas fisik selama 10 menit sebanyak 3 kali sehari sangat baik untuk kesehatan, dan juga menghemat energi.

Bagaimana dengan kita di Indonesia? Masa tangga gedung cuma untuk tempat merokok saja. Kalau kita bisa bersama-sama menghemat, alhasil PLN kita juga gak byar-pet kayak sekarang. Mulai dari tempat anda bekerja kalau anda di gedung bertingkat, rumah sakit, hotel, atau gedung apa pun. Memakai tangga akan banyak manfaatnya untuk kesehatan anda dan membantu lingkungan kita.

Sumber http://akuinginhijau.org

Carpooling ke kantor. Hemat, menyenangkan, menambah teman


Banyak dari kita yang kerja di gedung perkantoran atau pabrik, apakah satu perusahaan ataupun berbeda perusahaan ternyata tinggal di lokasi yang dekat, malah bisa bertetangga tanpa kita sadari.

Lalu kebanyakan dari kita itu malah pergi dari rumah dengan membawa mobil sendirian, dimana hal ini boros dan tidak efisien. Memang untuk banyak orang yang di bidang sales dan marketing dengan jam yang tidak menentu, carpooling akan sangat sulit karena tidak memiliki jadwal tetap. Tetapi banyak sekali dari kita yang bekerja di kantor atau pabrik dengan jadwal tetap dimana dengan ini kita bisa pulang bersama teman kantor atau teman satu gedung.

Beberapa keuntungan dari carpooling adalah:

  • Hemat Pengeluaran Uang
    • BBM
    • Parkir
    • Biaya perawatan mobil
  • Mengurangi Stress di jalan
  • Mengurangi kemacetan
  • Bisa bertemu dengan teman baru
Untuk membuat pengumuman di kantor atau gedung anda, anda bisa memulai dengan template ini.

Sumber http://akuinginhijau.org

Bus Feeder. Sarana Transportasi Yang Cepat, Nyaman, Aman dan Ramah Lingkungan

Bagi kita yang sehari-hari tinggal maupun kerja di Jakarta sudah sungguh terbiasa dengan kemacetan. Tetapi yang namanya macet kita harus selalu cari alternatif supaya kita bisa sampai di kantor dengan cepat, nyaman, dan aman. Salah satunya adalah nebeng atau carpooling seperti artikel sebelumnya “Carpooling ke kantor”. Busway memang sudah merupakan salah satu solusi alternatif lainnya bagi kota metropolitan Jakarta. Tetapi busway masih memerlukan banyak dukungan seperti lahan parkir dan juga feeder dari penumpang luar kota yang dapat dengan mudah pindah bus ke tempat tujuan akhir mereka.

Saat ini baru saja mulai dibangun di Terminal Kalideres yang dapat menampung 180 mobil untuk “Park and Ride” yang akan dilanjutkan dengan pembangunan lahan parkir berbentuk rest area di Terminal Kampung Rambutan dan Ragunan. Ini sudah merupakan niatan baik dari pemerintah daerah untuk mendukung proyek busway yang dapat dinilai sukses secara peminat tetapi masih kurang baik dalam hal lamanya layanan bus yang beroperasi dan jalanan busway yang cepat rusak.

Bagi anda yang tinggal di luar kota, bus feeder adalah pilihan terbaik untuk masuk ke Jakarta, apakah untuk bekerja, sekolah atau berjalan-jalan dengan keluarga. Bus feeder dari beberapa perumahan di Indonesia sudah cukup baik dengan pelayanan TV dan AC sehingga penumpang pun merasa nyaman. Untuk anda yang setiap hari bekerja di kantor dan tidak terlampau banyak keluar kantor, lebih baik menggunakan bus feeder dengan jadwal yang sudah rutin. Anda juga tidak perlu lagi pusing menghadapi macet. Memang tetap kena macet sih, tetapi anda bisa lewati sambil tidur, nonton TV, atau lainnya. Dengan feeder, anda juga hemat bensin yang dalam keadaan macet lebih boros, hemat service mobil, dan juga tenaga. Lebih dari itu, yang terpenting adalah anda sudah ikut membantu melestarikan lingkungan dengan pengurangan polusi knalpot dari mobil anda.

Untuk jadwal bus feeder dari beberapa perumahan seperti Lippo Karawaci, Kota Wisata, BSD City dan Citra Indah/Citra Gran, anda dapat download .pdf dibawah ini.

DOWNLOAD JADWAL BUS FEEDER (klik disini)


Sumber http://akuinginhijau.org

Waspadai Demam Berdarah


Setiap hari kita baca di koran mengenai wabah demam berdarah. Pemerintah juga sudah sejak lama mempromosikan gerakan 3M (menguras, membersihkan dan mengubur) tapi tetap saja kesadaran masyarakat rendah sekali. Kalau sudah tetangga atau orang serumah sudah kena demam berdarah baru panik. Padalah semua bisa dicegah dengan langkah-langkah yang mudah asal teratur dilakukan oleh semua orang. Kita harus bisa mendisiplinkan diri untuk membasmi sarang-sarang nyamuk dan tempat bertelurnya. Menurut Al-Gore di film dokumenternya “The Inconvenient Truth”, disebutkan juga bahwa pemanasan global telah menyebabkan nyamuk berekspansi ke tempat-tempat yang lebih tinggi dimana sebelumnya tidak cukup hangat untuk mereka hidup.

Yang jelas kita harus bisa terus mengurangi populasi nyamuk dengan cara apapun dan membasmi tempat bertelur mereka. Lalu kita juga harus menjaga agar orang yang sudah terjangkit kita terkena nyamuk yang dapat menularkan kembali kepada orang lain.

Sisihkan waktu anda untuk membantu memerangi wabah demam berdarah. Dengan ikut membersihkan tempat tinggal anda untuk memerangi nyamuk, kita juga ikut membantu membersihkan lingkungan sekitar kita. Lingkungan yang bersih adalah lingkungan yang tidak disukai nyamuk.

Lakukan hal-hal berikut ini:

Setiap hari

  • Telungkupkan semua ember
  • Bersihkan dan keringkan semua genangan yang terlihat
  • Gemburkan tanah di kebun dan juga tanah di Pot tanaman anda karena tanah yang keras bisa membuat genangan air
  • Bersihkan sampah yang menumpuk karena bila tumpukan itu terkena hujan akan menjadi sarang nyamuk untuk bertelur
  • Semprot seisi rumah pada sore hari bila perlu (menyemprot secara berlebihan tidak baik untuk kesehatan)
  • Pasang mosquito trap untuk mengurangi populasi
  • Siapkan raket nyamuk
  • Tutup pintu yang keluar agar nyamuk tidak masuk, bila perlu pasang pintu dengan kawat nyamuk
  • Pasangkan juta kawat nyamuk untuk semua jendela anda sehingga rumah bisa tetap adem tanpa nyamuk

Setiap 2 hari sekali

  • Bila Pot anda ada piring wadah air dibawahnya, buang airnya, bersihkan dan gosok untuk menghilangkan telur nyamuk
  • Ganti air di vas bunga atau pot
  • Bersikan tempat penadah air di dispenser
  • Bersikan dan cek apabila di luar rumah anda ada genangan air di teras, kebun atau jalanan

Setiap minggu

  • Bersihkan dan gek got serta saluran air agar tidak ada yang menghalangi air dan bersihkan dari kotoran dan daun-daun yang menumpuk
  • Bersihkan talang air agar tidak terhalang daun dan sampah lainnya
  • Bersihkan tempat sampah luar rumah dari genangan air

Setiap 2 minggu atau setiap bulan

  • Lakukan fogging di daerah rumah tempat tinggal anda
  • Lakukan pencegahan berkeliling bersama warga untuk mencari dan membasmi sarang nyamuk
  • Tutup semua saluran air
  • Tutup semua kloset
  • Cek semua check-list harian dan mingguan yang perlu dilakukan

Download dan pasang lembar informasi ini di rumah anda.

Sebarkan informasi ini ke teman dan kerabat anda karena setiap orang harus ikut berpartisipasi.

Sumber http://akuinginhijau.org


Recent Article

 

Koran Luar Negeri

Koman's blog Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template